Cara Mengobati Kanker Paru Paru

Langkah utama untuk tidak terkena kanker paru-paru, terutama bagi para perokok agar mengurangi rokoknya dengan segera. Bagi yang tidak merokok, perlu dilakukan gerakan jauh dari asap rokok, tidak terkena asap rokok, serangan debu dan polusi udara di sekitar lokasi kerja dan tempat tinggal. Agar kanker paru tidak sampai menyerang, penderita perlu memelihara kebersihan dan mencuci tangan setiap akan menyantap makanan. Perlu mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, yang berarti harus melakukan pola makan yang seimbang.

Bila diagnosa memang sudah memastikan bahwa yang diderita adalah kanker paru-paru, maka penderita harus rela agar penyakit itu tidak kambuh kembali dengan menjalani pembedahan mengangkat kanker yang bersangkutan. Sebelum pembedahan dilakukan tes fungsi paru-paru untuk menentukan apakah ada tidaknya paru-paru yang terkena atau tidak. Jika hasilnya negatif dan tidak memungkinkan baik, maka tidak mungkin pula dilakukan pembedahan. Hal ini tidak perlu dilakukan karena: 1) kanker telah menyebar keluar dari paru-paru, 2) kaner terlalu dekat dengan organ lain, atau 3) penderita memiliki keadaan yang serius, misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru yang berat.

Sebelumnya masih bisa dilakukan terapi penyinaran kepada penderita yang tidak dapat menjalani pembedahan karena mereka memiliki penyakit lain yang serius. Tujuan dari penyinaran sebenarnya untuk memperlambat pertumbuhan kanker, bukan untuk penyembuhan. Tapi penyinaran juga bisa mengurangi nyeri otot, dan penekanan saraf tulang belakang.

Namun terapi penyinaran bisa menyebabkan peradangan paru-paru, bisa dilakukan penyinaran, maka dengan gejala berupa batuk, sesak nafas dan demam. Gejala itu bisa dikurangi dengan conticosteroid. Bila hasil dari diagnosis, karsinoma sel kecil hampir selalu menyebar ke bagian tubuh lain, sehingga tidak mungkin lagi dilakukan operasi.

Dengan demikian kanker itu diobati dengan cara kemoterapi, kadang-kadang terapi penyinaran. Penderita kanker paru-paru banyak yang mengalami penyinaran fungsi paru-paru. Untuk mengurangi gangguan pernapasan bisa diberikan terapai oksigen dan obat yang melebarkan saluran udara. Dokter dapat mengetahui perubahan yang mencurigakan pada saluran pernapasan atau jaringan di dekatnya. Penyakit kanker akan dapat disembuhkan kalau ditemukan secara dini. Keterlambatan mengetahui dikhawatirkan akan menyulitkan pengobatan, karena biasanya sel kanker sudah menyebar ke tempat –tempat lain.

Oleh sebab itu, disarankan untuk cepat-cepat memeriksakan diri ke dokter untuk dapat memastikan penyebab batuk yang tidak berkurang dan menurunkan berat badan.

Posted in Kanker Paru-Paru | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala Kanker Paru Paru

Selain batuk yang berlangsung lama yang menjadikan salah satu ciri atau gejala yang paling banyak muncul dan mudah dikenali dari penyakit kanker paru-paru, gejala lain dari kanker paru-paru juga amat tergantung pada jenis, lokasi dan cara penyebarannya. Biasanya gejala utama adalah batuk dan demam. Penderita bronchitis kronis yang menderita kanker paru-paru sering kali menyadari kalau batuknya semakin memburuk. Ia bisa saja mengandung darah, jika kanker itu tumbuh dalam pembuluh darah dan bisa menyebabkan terjadinya pendarahan hebat.

Dalam kanker paru-paru bisa saja napas si penderita mengeluarkan bunyi “menciap” seperti suara anak ayam yang masih kecil. Hal ini karena terjadi semacam penyempitan saluran udara di daerah itu atau sekitar tempat tumbuhnya kanker. Penyumbatan bisa pula menyebabkan yang bersangkutan Kolaps pada bagian paru-paru yang menjadi sasaran dari gangguan tersebut.

Skema dari kanker paru-paru

Keadaan ini disebut dengan tektasis. Akibat lainnya adalah pneumonia dengan gejala berupa batuk, demam, nyeri dada dan sesak napas. Disamping itu jika ada tumor tumbuh dalam dinding dada, maka bisa menyebabkan timbulnya rasa nyeri di dada yang agak menetap. Gejala yang timbul kemudian adalah menurunnya nafsu makan penderita dari biasanya.

Kanker paru-paru sering kali pun menyebabkan penimbunan cairan di sekitar paru-paru, sehingga penderita mengalami sesak napas yang luar biasa. Jika kanker sudah menyebar di dalam paru-paru penderita , bisa terjadi sesak napas yang hebat, sehingga kadar oksigen gula darah menurun dan menyebabkan risiko gagal jantung.

Dalam kasus yang terjadi kanker paru-paru dapat menimbulkan gerakan yang jauh dari organ paru-paru, seperti kelainan metabolis, pertanda awal dari kanker atau merupakan petunjuk awal bahwa kanker yang sudah sembuh kambuh kembali, setelah dilakukannya pengobatan.

Posted in Kanker Paru-Paru | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Paru-Paru

Dalam bagian ini kita membicarakan kanker paru-paru, yaitu semacam kanker atau penyakit yang tumbuh di paru-paru. Dengan demikian organ paru yang seharusnya bebas dari segala penyakit, kini ikut dihinggapi oleh kanker. Akibatnya si penderita akan sulit untuk bernafas, karena paru paru mulai digerogoti oleh kanker paru-paru.

Seperti kita ketahui tubuh kita ini terdiri banyak sel, dan masing-masing sel tumbuh dan mati, melalui degenerasi. Pertukaran sel ini dimaksudkan agar stabilitas dan kesehatan tubuh. Namun seringkali proses regeneratif ini mengalami kegagalan. Material sebuah sel bisa saja rusak dan berubah. Akibatnya sel yang normal berproses secara teratur karena suatu kelainan menjadi tidak normal. Bisa saja sel mula tidak bisa digantikan oleh sel baru, di sinilah terjadi petaka yang paling buruk, dan sel paru itulah yang menjadi petaka dari asalnya kanker.

Skema kanker paru-paru

Karena paru-paru berasal dari sel-sel yang ada dalam paru-paru, tetapi kanker itu bisa juga berasal dari kanker yang berasal dari bagian tubuh yang lainnya menyebar dan sampai ke paru-paru. Kanker paru-paru merupakan gangguan yang paling sering terjadi dan mengganggu pernapasan. Kanker ini juga merupakan akibat utama dari kematian para penderita kanker yang dimaksud.

Kanker paru-paru disinyalir disebabakan oleh merokok, karena itu hampir 95% penyebab kanker paru-paru disebabkan terutama oleh rokok. Menurut penelitian sekitar 90 % laki-laki perokok menderita kanker paru-paru, dan sekitar 70 % diderita oleh wanita perokok. Semakin banyak rokok yang disulut semakin pula resiko terkena serangan kanker paru-paru ini. Karena itu setiap produk rokok yang dilempar kepasaran diwajibkan mencantumkan peringatan bahwa merokok itu bisa menyebabkan kanker dan kerusakan yang dapat ditimbulkannya juga bagi wanita hamil.

Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa hanya sekitar 15 % saja laki-laki dan 5 % wanita, kanker yang dideritanya disebabkan selain dari rokok. Sedangakan penyebab lain karena terhisap oleh penderita di tempat lain terutama di lingkungan kerja, seperti akibat radiasi, debu, asbes, nikel krorometil meter gas pancaran oven arang yang dihisap menyebabakan kanker paru paru juga.

Namun penyebab lain ini juga dianggap sangat kecil presentasenya dibandingkan dengan asap rokok. Peran polusi udara menyebabkan kanker paru-paru masih belum begitu jelas. Dalam beberapa kasus yang timbul karena adanya serangan dari gas radon di rumah-rumah tangga. Kadang-kadang kanker paru-paru terjadi pula pada orang yang paru-parunya lebih memiliki jaringan dengan gangguan paru lainnya, seperti TBC atau fibroses.

Penderita TBC cenderung menelantarkan untuk memeriksakan diri ke dokter, karena mengira cuaca buruklah yang menyebabkan ia batuk atau akibat dari kebanyakan merokok. Penderita baru sadar jika reaksi baru makin sukar sembuh dan timbul gejala-gejala tambahan lain seperti suhu badan meninggi dan berkeringat di malam hari. Jika TBC paru bisa terdeteksi lebih awal, beuntunglah penderita itu karena pengobatan dapat dilakukan dan belum terlambat.

Pada penderita kanker paru, reaksinya juga mirip dengan itu. Penderita sering kali mengalami batuk juga. Bagi perokok, biasanya mengira batuk terjadi karena kebanyakan merokok. Padahal bisa pula penyakit kanker yang terjadi ini dibiarkan, akan sangat berbahaya sebab dapat menyulitkan pengobatan. Biasanya orang datang ke dokter bila keadaan sudah terlambat.

Posted in Kanker Paru-Paru | Tagged , , , , | Leave a comment